Sekolah Tani Urban Farming PKS Banyuwangi: Dari Pelatihan, Praktik Tanam hingga Benih Gratis untuk Perkuat Ketahanan Pangan

BANYUWANGI — Ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, bahkan dari pekarangan rumah. Semangat inilah yang diusung dalam kegiatan Sekolah Tani Urban Farming yang digelar DPD PKS Banyuwangi pada 14 Mei 2026.


Mengangkat semangat “Tani Berdaya, Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Pangan Indonesia”, kegiatan yang berlangsung di pelataran Kantor DPD PKS Banyuwangi tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari kader maupun masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi tentang urban farming. Peserta juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan media tanam, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat segera diterapkan di rumah maupun lingkungan masing-masing.


Praktik tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami konsep urban farming, tetapi juga mampu memulainya secara sederhana dengan memanfaatkan bahan dan lahan yang tersedia di sekitar.
Selain praktik, panitia juga membagikan benih tanaman secara gratis kepada peserta. Pembagian benih tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar semangat menanam dapat dilanjutkan di rumah dan berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.

Tidak kalah menarik, kegiatan juga dimeriahkan dengan Pasar Rakyat yang menghadirkan berbagai produk dan potensi ekonomi masyarakat. Kehadiran pasar rakyat menjadi pelengkap kegiatan sekaligus menunjukkan bahwa gerakan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Hadirkan Semangat Kebersamaan

Kegiatan Sekolah Tani Urban Farming tersebut turut dihadiri perwakilan DPW PKS Jawa Timur, jajaran pengurus DPD PKS Banyuwangi, kader PKS, serta masyarakat.
Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dapat berinteraksi, mempraktikkan pembuatan media tanam, mendapatkan benih, serta melihat langsung potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian dan pangan.

Urban farming dinilai menjadi salah satu solusi yang relevan di tengah keterbatasan lahan. Masyarakat tidak harus memiliki lahan luas untuk mulai bercocok tanam. Pekarangan rumah, halaman, maupun ruang terbatas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai tanaman pangan.
Bahkan, dengan kreativitas, wadah bekas dapat digunakan sebagai pot, sementara sisa bahan organik rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos atau pupuk organik.
Dari Satu Rumah, Menjadi Gerakan Bersama
Melalui Sekolah Tani Urban Farming, PKS Banyuwangi mendorong agar kegiatan menanam tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan lingkungan.

Ketahanan pangan juga memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi keluarga. Ketika masyarakat mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangan sendiri, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan. Di sisi lain, hasil pertanian yang berlebih dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Karena itu, konsep urban farming tidak hanya berbicara mengenai tanaman, tetapi juga tentang membangun kemandirian, memanfaatkan potensi lingkungan, menguatkan ekonomi keluarga, serta menciptakan budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap pangan.

Semangat “Tani Berdaya” diharapkan terus tumbuh di Banyuwangi. Dari satu benih yang ditanam, satu pot yang dimanfaatkan, dan satu keluarga yang mulai bercocok tanam, gerakan ketahanan pangan dapat berkembang menjadi gerakan bersama.
Dari pekarangan rumah, untuk keluarga. Dari keluarga, untuk masyarakat. Bersama menguatkan ketahanan pangan Indonesia.