
BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional 2026, DPD PKS Banyuwangi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Keluarga sebagai bagian dari program nasional PKS untuk menggali berbagai persoalan, kebutuhan, serta praktik terbaik dalam membangun keluarga yang tangguh.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta sebagai wujud kampanye pola hidup sehat dalam keluarga. Suasana keakraban kemudian semakin terasa saat peserta menikmati makan bersama dengan sajian olahan pangan lokal, seperti kacang-kacangan, pisang, dan ketela rebus. Selain mempererat silaturahmi, menu sederhana tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pemanfaatan pangan lokal yang sehat, bergizi, dan mudah dijangkau masyarakat.FGD tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran DPP PKS tentang Pemaknaan Hari Keluarga Nasional 2026.
Kegiatan ini bertujuan melengkapi hasil survei ketahanan keluarga melalui penggalian data kualitatif mengenai kondisi keluarga kader, faktor pendukung ketahanan keluarga, hingga rekomendasi program penguatan keluarga di daerah.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah testimoni pasangan suami istri yang telah membina rumah tangga sejak 17 Januari 1993. Dalam kisahnya, pasangan tersebut mengungkapkan bahwa pernikahan mereka diawali dengan niat untuk menjaga keimanan dan menguatkan perjuangan di jalan dakwah. Mereka menceritakan bahwa proses menuju pernikahan berlangsung sederhana. Tanpa melalui proses ta’aruf yang panjang, keduanya hanya saling bertukar biodata sebelum akhirnya mantap melangsungkan lamaran dan akad nikah.
Ujian pertama datang begitu cepat. Sehari setelah akad nikah, sang suami harus kembali menjalankan tugas kuliah sehingga keduanya harus menjalani masa-masa awal pernikahan dengan berjauhan. Namun, kondisi tersebut justru menguatkan komitmen mereka untuk saling menjaga kepercayaan dan membangun rumah tangga yang kokoh.
Dalam perjalanan berkeluarga, pasangan tersebut menyadari bahwa pernikahan adalah tentang saling melengkapi, bukan saling mengungguli. Mereka mengakui bahwa kondisi ekonomi di awal pernikahan masih sangat terbatas. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk membangun keluarga yang harmonis.Dalam diskusi juga disampaikan bahwa persoalan ekonomi masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka perceraian di Banyuwangi.
Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi sangat penting agar setiap keluarga mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan baik.Namun, di balik keterbatasan yang mereka alami, pasangan tersebut merasakan keberkahan yang terus mengiringi perjalanan keluarga hingga saat ini.
Menurut mereka, setiap pasangan memiliki kelebihan masing-masing. Sang istri memiliki kemampuan akademik yang lebih baik, sedangkan sang suami lebih cakap dalam menyelesaikan berbagai urusan rumah tangga. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan yang membuat keduanya mampu saling melengkapi.
Mereka juga menekankan bahwa ketahanan keluarga tidak dibangun oleh satu orang, melainkan melalui kerja sama yang erat. Saling membantu, meringankan beban pasangan, dan menguatkan ketika salah satu mulai lemah menjadi prinsip yang terus mereka pegang selama lebih dari tiga dekade menjalani kehidupan bersama.
Di hadapan peserta FGD, pasangan tersebut meyakini bahwa keberkahan keluarga tidak terlepas dari konsistensi mereka dalam berdakwah. Menurut mereka, ketika keluarga tetap aktif berkontribusi dalam dakwah dan pelayanan kepada masyarakat, Allah SWT akan membukakan berbagai jalan kebaikan yang tidak selalu diukur dengan materi.
Kegiatan FGD Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan DPD PKS Banyuwangi ini juga menjadi forum untuk mengidentifikasi berbagai persoalan keluarga yang berkembang di tingkat kader sebagai bagian dari masyarakat, menggali penyebabnya, memetakan kelompok keluarga rentan, serta menghimpun rekomendasi program penguatan keluarga yang lebih tepat sasaran.
Melalui diskusi tersebut, diharapkan lahir berbagai solusi yang mampu memperkuat kualitas keluarga kader sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kesimpulan Peringatan Hari Keluarga Nasional yang digelar DPD PKS Banyuwangi menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Melalui rangkaian kegiatan yang dimulai dengan senam bersama, makan bersama berbasis pangan lokal, hingga FGD dan sesi testimoni, peserta diajak memahami bahwa ketahanan keluarga dibangun melalui pola hidup sehat, kebersamaan, keimanan, serta semangat saling menguatkan.
Kisah pasangan yang telah mengarungi rumah tangga selama lebih dari 33 tahun menjadi bukti bahwa keluarga yang tangguh tidak ditentukan oleh kelimpahan materi, melainkan oleh komitmen, kerja sama, dan keberkahan yang lahir dari nilai-nilai dakwah serta pengabdian kepada masyarakat.